WORKSHOP PENILAIAN DAN ASESMEN KUMER




Tugas Kelompok:
Sesi kerja kelompok “MACA BARENG”
1 A.  KELOMPOK  7.1
1 B.  KELOMPOK  7.2
2 A.  KELOMPOK  8.1
2 B.  KELOMPOK  8.2
3 A.  KELOMPOK  9.1
3 B.  KELOMPOK  9.2

------------------------------------------]

TUGAS kerja kelompok “MACA BARENG” tuangkan hasilnya DI KERTAS PLANO
TULISKAN ARTI DAN CONTOH TEKNIK PENILAIAN/ASESMEN dan CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN/ASESMENNYA
KELOMPOK Kelas 7.1 : OBSERVASI
KELOMPOK Kelas 7.2 : KINERJA 
KELOMPOK Kelas 8.1 : PROJEK
KELOMPOK Kelas 8.2 : PENUGASAN
KELOMPOK Kelas 9.1 : PORTOFOLIO
KELOMPOK 9.2 : TES LISAN
Acuan halaman 30 PPA K 2013/ KUMER

-----------------------------------------]

TUGAS kerja kelompok “MACA BARENG” DALAM BENTUK PPT/MIND MAP/ BENTUK LAINNYA

KELOMPOK  KELAS 7.1 : CONTOH ASESMEN FORMATIF *NON TULIS 
KELOMPOK KELAS 7.2 : CONTOH ASESMEN SUMATIF ADA KETERKAITAN TP, KKTP, METODE ASESMEN

SUMBER PPA  KUMER mulai halaman 41
KELOMPOK KELAS  8.1 : CONTOH PENGOLAHAN NILAI RAPOR DATA KUANTITATIF
KELOMPOK KELAS 8.2 : CONTOH KRITERIA KENAIKAN KELAS 
KELOMPOK KELAS 9.1 : CONTOH PENGOLAHAN NILAI RAPOR DATA KUALITATIF
KELOMPOK KELAS 9.2 : CONTOH KRITERIA KELULUSAN 
SUMBER PPA KURIKULUM 2013 mulai halaman 44

---------------------------------------]




Cover

Pengantar

Hal. 1

PENGANTAR

Profil Pelajar Pancasila merupakan gambaran pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yag disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila ini mengambil tema Suara Demokrasi dengan topik spesifik projek “Pemilihan Ketua OSIS SMP Negeri 1 Gudo!”. Proyek ini dimulai dengan tahap pengenalan, murid diajak mengenali dan menggali lebih dalam tentang pentingnya partisipasi tiap individu dalam kelompok, mulai dari kelompok kecil hingga dalam konteks masyarakat luas.

Peserta didik diajak juga lebih peka melihat kesenjangan dan ketidaksetaraan yang terjadi di lingkungannya, serta mengenalkan peran anak muda dalam proses demokrasi. Setelah tahap pengenalan, murid masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan riset terpadu dan mandiri, serta melihat konteks kemajuan teknologi dalam proses pelaksanaan demokrasi di kehidupan nyata.

Selama proses projek ini berjalan, peserta didik menuangkan ide-ide kreatif yang terkait dengan demokrasi seperti pembuatan poster kampanye, video kampanye. Disamping membentuk pengetahuan, juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami.

Di tahap terakhir yaitu Aksi, murid menuangkan aksi nyata mereka dengan membuat simulasi sistem pemungutan suara sehingga diharapkan dapat menjadi pemicu dari terealisasinya ekspresi diri mereka dalam mengikuti proses pemungutan suara dalam Pilkada dan Pemilu.




REFLEKSI DAN UMPAN BALIK

Hal. 14
Pertanyaan untuk Refleksi
  1. Apakah siswa menemukan hal yang menarik dari tema suara demokrasi untuk pemilihan ketua OSIS ?
  2. Apakah produk yang dihasilkan sesuai dengan tujuan awal pembuatan?
  3. Apakah siswa berhasil menemukan apa yang ingin diketahui
  4. Setelah kegiatan ini adakah diantara kalian yang ingin menjadi seorang pemimpin ?
  5. Hal menarik apa yang diperoleh selama kegiatan?
  6. Setelah kegiatan ini, apa yang akan siswa lakukan?
Refleksi Pribadi
  1. Kesulitan apa yang diperoleh selama prose pembelajaran?
  2. Bagaimana kesulitan tersebut dapat diatasi?
  3. Apa yang perlu ditingkatkan setelah proses pembelajaran ini selesai?
  4. Komitmen baik apa yang ingin dilakukan setelah dari proses pembelajaran ini?


SELEBRASI

Hal. 13

Disampaikan langsung pada saat pelaksanaan  oleh Fasilitator



Ke Halaman 12 -------oOo------- Ke Halaman 14


LOMBA VIDEO

Hal. 12

LOMBA VIDEO KREATIF
SUARA DEMOKRASI 2022

TEMA
Mencipta video pembelajaran kreatif dan menyenangkan tentang Suara Demokrasi

TUJUAN
Mendorong peserta didik mengembangkan imajinasi merancang dan mencipta video kreatif tentang Pemilihan OSIS 2022

PENGHARGAAN
Peserta yg dinyatakan juara 1, 2, 3 berhak mendapat piagam penghargaan

KETENTUAN PESERTA
Peserta didik kelas VII A – H 2022/2023
Peserta kelompok
Satu kelas terdiri 3 kelompok
Mengisi formular pendaftaran dan mengirim video lewat tautan ini

KETENTUAN KARYA
Berupa video kreatif Suara Demokrasi tentang Pemilihan OSIS 2022

Video Pemilihan OSIS 2022 berisi;
a. lomba pidato
b. lomba poster
c. pemungutan suara s.d pengumuman pemenang

- Orisinal (tidak membajak)
- Durasi video 5 menit
- Video diberi judul (mohon tidak menjadikan tema sebagai judul)
- Video tidak memiliki konten bersifat SARA

PENDAFTAR VIDEO DAN PENGIRIMAN VIDEO
- 2 November 2022
- Video disetor melalui tautan ini

PENJURIAN ADMINISTRASI DAN UPLOAD VIDEO
Video yg memenuhi syarat akan diupload oleh panitia pada tanggal …. melalui tuatan ini
3 November 2022

PENJURIAN ONLINE
September – September dengan melihat jumlah pilihan video dari setiap anak
Petunjuk untuk siswa dalam memilih video yaitu;

NoAspek Penilaian Kreativitas
1Ketepatan durasi video
2Menggunakan berbagai sudut gambar
3Kejernihan video
4Kelangsaman gerak video
5Narasi yg efektif dan jelas

KETENTUAN PEMENANG
1. Melihat jumlah pilihan siswa kelas VII
2. Aspek penilaian kolaborasi dalam membuat video 4 November 2022

PENGUMUMAN PEMENANG
4 November 2022 melalui Tautan ini

Kolaborasi
Memahami informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan Bersama.

Kreteria:
NoAspek Penilaian KolaborasiKurang
0 – 25
Cukup
26 – 50
Sedang
51 – 75
Baik
76 – 100
1Keterlibatan anggota dalam berdiskusi
2Penggunaan lembar kertas dlm pembagian kerja
3Ketegasan pemimpin diskusi

Kreativitas
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.

Kreteria:
NoAspek Penilaian KreativitasKurang
0 – 25
Cukup
26 – 50
Sedang
51 – 75
Baik
76 – 100
1Ketepatan durasi video
2Menggunakan berbagai sudut gambar
3Kejernihan video
4Kelangsaman gerak video


Ke Halaman 11 -------oOo------- Ke Halaman 13

LOMBA PIDATO

Hal. 11
Persiapan :
Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam membuat kepanitian dan juri lomba.

Pelaksanaan :
Guru memantau kegiatan siswa.


Ke Halaman 10 -------oOo------- Ke Halaman 12

LOMBA POSTER ANTAR KELAS

Hal. 10

Tugas :

Tunjuklah perwakilan masing masing kelas sebanyak 2 anak untuk menjadi panitia sekaligus juri lomba. (1 anak sebagai koordinator dan 1 sebagai juri)

KRETERIA LOMBA POSTER ANTAR KELAS

NOINDIKATORKRITERIABOBOT PENILAIAN
1Orisinalitas1. Ide yang bersifat asli20%
2. Tidak plagiarisme
3. Tidak pernah dipublikasikan
2Kesesuaian Tema1. Ruang lingkup kampanye positif (preventif, promotif, kuratif, persuasif)30%
2. Kedalaman Eksplorasi
3. Faktual
3Visualisasi1. Komposisi konten dan gambar (keterbacaan dan warna)30%
2. Daya tarik (Penggunaan simbol atau gambar)
3. Estetika
4Manfaat1. Edukatif (Pengaruh positif)20%
2. Memberikan Nilai (Bahasa dan kata yang bijak)



Ke Halaman 9 -------oOo------- Ke Halaman 11

MERANCANG VIDEO KAMPANYE

Hal. 9
Materi Membuat Video


Contoh Video Kampanye


Contoh Kreasi Video

Ke Halaman 8 -------oOo------- Ke Halaman 10

Membuat Poster

Hal. 8
Membuat Poster

Materi:
a. Siapkan kertas gambar A3
b. Siapkan alat gambar (pensil, penggaris, pensil gambar/cat air/cryon dan lain-lain yang sesuai)
c. Pada setiap gambar diberi garis tepi
- atas 1 cm dari pinggir kertas
- bawah 1 cm dari pinggir kertas
- kiri 1 cm dari pinggir kertas
- kanan 1 dari pinggir kertas
d. Dibagian belakang diberi Nama, Kelas, dan nomor Absen
e. Tema gambar / poster tentang demokrasi, pemilihan ketua OSIS.
f. Tugas diselesaikan dalam waktu 2 hari (14 Jam pelajaran)

Tugas setiap kelompok menampilkan posternya dan menerangkan kepada seluruh siswa di kelas tentang poster tersebut.

Ke Halaman 7 -------oOo------- Ke Halaman 9

Merancang diri untuk menjadi calon Ketua OSIS

Hal. 6

Aktifitas P5 "Suara Demokrasi" hari Ke 4:
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "CALON PENGURUS OSIS"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing



Apa saja yang kita lakukan jika kita ingin memjadi Ketua dan pengurus OSIS?
1. Menentukan visi dan misi
    Referensi: 
2. Publikasi dan kampanye
    Referensi: -Kampanye Adalah Proses Komunikasi, Ini Ciri-ciri dan Jenisnya

Kampanye Adalah Proses Komunikasi, Ini Ciri-ciri dan Jenisnya

Kampanye Adalah Proses Komunikasi, Ini Ciri-ciri dan Jenisnya Kampanye adalah tindakan komunikasi yang bertujuan memengaruhi khalayak sasaran. Kampanye dapat dibagi menjadi tiga, yakni product oriented, candidate oriented, dan ideologically oriented campaigns.

Sebagian dari kita barangkali sudah tidak asing dengan kata kampanye. Istilah ini kerap muncul dan dibicarakan dalam dunia perpolitikan. Lantas, apa itu kampanye dan apa saja jenis-jenisnya? Pengertian Kampanye Pada prinsipnya, kampanye merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan menciptakan suatu efek atau dampak tertentu.

Ada beberapa ahli yang turut menyumbangkan buah pikirnya terkait definisi kampanye, seperti Rogers dan Storey (1987) yang mengatakan kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu (Venus, 2004:7). Definisi di atas diakui oleh beberapa ahli sebagai penjelasan yang paling populer dan dapat diterima di kalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg, 1988; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002).

Mengapa definisi tersebut populer dan dapat diterima? Hal ini didasarkan pada dua alasan. Pertama, definisi tersebut dengan tegas menyatakan kampanye sebagai wujud tindakan komunikasi. Kedua, definisi Rogers dan Storey mencakup keseluruhan proses dan fenomena kampanye yang terjadi di lapangan. Pengertian kampanye menurut ahli Selain Rogers dan Storey, ahli lain seperti Pfau dan Parrot (1993) memberikan penjelasan lebih lanjut tentang definisi kampanye. Keduanya mengatakan kampanye sebagai proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan memengaruhi khalayak sasaran.

Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002) memaparkan bahwa kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode tertentu guna mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, Rajasundarman (1981) menjelaskan bahwa kampanye bisa diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

Merujuk pada definisi-definisi tersebut,  dapat disimpulkan kampanye adalah tindakan komunikasi yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan. Usaha kampanye bisa dilakukan perorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok. Kampanye bisa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, atau pembelokan pencapaian. Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda diputuskan. Kampanye politis tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu institusi.

Ciri-ciri Kampanye
Mengutip materi "Kampanye dan Propaganda" oleh Agus Purbathin Hadi, praktik kampanye dapat terindikasi lewat beberapa ciri atau karakteristik.

Sumber yang jelas
Kampanye memiliki sumber yang jelas, yang menjadi penggagas, penyampai sekaligus penanggung jawab suatu produk kampanye, sehingga penerima pesan kampanye dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut. 

Terbuka untuk didiskusikan
Pesan-pesan kampanye terbuka untuk didiskusikan, bahkan gagasan-gagasan pokok yang melatarbelakangi diselenggarakannya kampanye juga terbuka untuk dikritisi. Hal tersebut lantaran gagasan dan tujuan kampanye pada dasarnya mengandung kebaikan untuk publik. 

Berlandaskan prinsip persuasi
Segala tindakan dalam kegiatan kampanye dilandasi oleh prinsip persuasi, yaitu mengajak dan mendorong publik untuk menerima atau melakukan sesuatu yang dianjurkan atas dasar kesukarelaan. Dengan demikian kampanye pada prinsipnya adalah contoh tindakan persuasi secara nyata.

Jenis Kampanye
Kampanye dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  1. Product Oriented Campaigns Kampanye yang berorientasi pada produk. Umumnya terjadi di lingkungan bisnis dan berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan ke publik. Contohnya, kampanye Bank BTN Go Public.
  2. Candidate Oriented Campaigns Kampanye yang berorientasi pada kandidat. Umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik. Misalnya, kampanye pemilu, kampanye penggalangan dana bagi partai politik, dan sebagainya.
  3. Ideologically or Cause Oriented Campaigns Jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan sering kali berdimensi sosial atau social change campaigns (Kotler), yakni kampanye yang ditujukan untuk menangani masalah- masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait, seperti kampanye AIDS, dan sebagainya. Selain ketiga jenis kampanye tersebut adapula kampanye yang bertujuan untuk menyerang, yaitu: Kampanye negatif: Kampanye jenis ini digunakan untuk menyerang pihak lain melalui sejumlah data atau fakta yang bisa diverifikasi dan diperdebatkan. Kampanye hitam (black campaign): Bersumber pada rumor, gosip, bahkan menjurus ke implementasi sejumlah teknik propaganda. Kampanye hitam cenderung sulit diverifikasi ataupun diperdebatkan.

Smber: "Kampanye Adalah Proses Komunikasi, Ini Ciri-ciri dan Jenisnya"
Penulis: Husen Mulachela
Editor: agung


Ke Halaman 5 -------oOo------- Ke Halaman 7

MEMBUAT NASKAH PIDATO

Hal. 7

Pengertian Pidato : Kegiatan berbicara di depan banyak orang untuk menyampaikan gagasan, ide, atau pendapat secara lisan.

Jenis Pidato yang disarankan sesuai tema SUARA DEMOKRASI adalah Pidato Persuasif Manuskrip, yaitu pidato dengan membawa naskah yang telah disusun, kemudian dibaca, bertujuan meyakinkan/memengaruhi pembaca agar melakukan seperti yang dipidatokan.

Jenis pidato ini memudahkan siswa karena masih dalam tahap belajar, supaya tidak ada kesalahan.

Struktur Pidato Persuasif :
A. Pembuka
1. Salam Pembuka (Assalaamu’alaikum Wr. Wb., Selamat pagi, dll.)
2. Sapaan (menyapa pendengar yang hadir)
3. Ucapan Syukur kepada Tuhan YME
4. Ucapan Terima Kasih (ditujukan kepada pihak yang mendukung acara)
5. Tujuan Pidato (sebagai stimulus sebelum masuk ke inti pidato)

B. Isi Pidato
Memaparkan permasalahan atau materi yang akan disampaikan. Permasalahan diuraikan secara rinci. Pembicara harus menyusun materi pidato secara urut dan teratur.
Hal ini bertujuan agar pendengar mampu memahami isi pidato yang disampaikan.

C. Penutup
1. Simpulan (ringkasan materi pidato)
2. Ucapan Terima Kasih (ditujukan kepada hadirin atas atensinya)
3. Permohonan Maaf ( atas kesalahan ucapan dan perilaku yang tidak sopan)
4. Salam Penutup ( Wassalaamu’alaikum Wr. Wb., Selamat Siang, dll.)


Ke Halaman 6 -------oOo------- Ke Halaman 8

Organisasi Siswa Intra Sekolah

Hal. 5

Aktifitas P5 "Suara Demokrasi" hari Ke 3:
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "OSIS"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing


Referensi Materi:

OSIS adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari sekolah menengah pertama.

OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.


Ke Halaman 4 -------oOo------- Ke Halaman 6

Memahami Kepemimpinan

Hal. 4


Aktifitas P5 "Suara Demokrasi" hari Ke 2:
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "Kepemimpinan"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing


Referensi Materi:

1. Pemimpin

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata “pemimpin”?
Apakah seseorang yang bisa memimpin, seseorang dengan jabatan tertinggi, atau orang dalam kelompok yang mengarahkan agar terciptanya keteraturan? Bisa jadi benar, karena kita sebagai manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, maka dari itu manusia hidup berkelompok. Contohnya seperti di lingkup Rukun Tetangga, Rukun Warga, bahkan kelompok kerja dalam bentuk tim. Untuk menciptakan kerukunan dan harmonisasi antar kelompok, perlu adanya ketua yang berperan mengarahkan.

2. Kepemimpinan

Pemimpin bukan hanya tentang jabatan, pemimpin adalah tentang kemampuan seseorang dalam memimpin dan mempengaruhi. Yakinlah kita semua adalah pemimpin, kita semua diberi kemampuan untuk dapat memimpin. Jika belum berkesempatan memimpin tim, minimal memimpin untuk dirinya sendiri ke arah yang lebih baik.

Jadi seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan.


3. Pentingnya Kepempinan dalam Organisasi

Pemimpin dalam sebuah organisasi memiliki peranan penting dalam mengarahkan dan mempengaruhi para bawahannya. Tanpa adanya orang yang mengatur dan mengarahkan suatu organisasi niscaya organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya sesuai dengan visi dan misinya. Oleh sebab itu, diperlukan figur seorang pemimpin untuk dapat mengelola dan mengatur organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya kepemimpinan dalam organisasi dengan pendekatan literatur. Jenis penelitian ini ialah penelitian dengan pendekatan studi literatur dimana dilakukan dengan menemukan referensi teori yang sesuai dengan kasus yang diperoleh. Pemimpin merupakan seorang yang positif dan penuh percaya diri yang memiliki visi, misi dan nilai etika yang tinggi, dengan kemampuan menyampaikan gagasan dan mampu dalam rangka mendorong dan berhubungan baik dengan orang lain. Kepemimpinan akan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam suatu organisasi. Hal ini dikarenakan kepemimpinan menjadi titik pusat adanya perubahan signifikan dalam organisasi, kepemimpinan menjadi kepribadian yang memiliki dampak dan kepemimpinan merupakan seni dalam menciptakan kesesuaian dan kestabilan organisasi.

Sumber belajar : https://pemimpin.id/apa-itu-pemimpin/



Ke Halaman 3 -------oOo------- Ke Halaman 5

Pendahuluan dan MEMAHAMI DEMOKRASI

Hal. 3

Sebelum melakukan aktifitas P5 silahkan mengisi daftar hadir Online terlebih dahulu

Pendahuluan :

P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka, yang dibentuk dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Tujuan P5 antara lain adalah untuk mengoptimalkan kemampuan  siswa.  P5 sendiri merupakan singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, tujuan P5 untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat  pada konten mata pelajaran. Tema P5 fase D terdiri dari beberapa tema, antara lain: Suara Demokrasi, Bangunlah Jiwa Raganya, Kearifan Lokal, Gaya Hidup Berkelanjutan, Bhineka Tunggal Ika, Kewirausahaan, Rekayasa dan Tekhnologi.


YEL-YEL PROFIL PELAJAR PANCASILA (KALAU KAU SUKA HATI)

Kami Anak Pelajar Pancasila (Tepuk 3x)
Bercita memajukan Indonesia (Tepuk 3x)
Beriman dan Bertakwa Pada Tuhan Yang Esa (Tepuk 3x)
Dan Berakhlak Mulia Kepada Sesama (Tepuk 3x)
Kami Anak Pelajar Pancasila (Tepuk 3x)
Berkebhinekaan Global Selalu (Tepuk 3x)
Juga Bergotong Royong Slalu Bernalar Kritis (Tepuk 3x)
Tidak Lupa Mandiri dan Juga Kreatif (Tepuk 3x)


Materi Diskusi I:


Aktifitas P5 "Suara Demokrasi" hari Ke 1:
1. Silahkan membentuk kelompok bebas, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa (Kelompok ini tetap sampai akhir tema P5 ini)
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "Demokrasi"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing


1. Sejarah Singkat Demokrasi di Dunia

         Gagasan demokrasi sebagai sistem pemerintahan berasal dari kebudayaan Yunani.  Dengan sistem tersebut rakyat akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang Berkaitan dengan keberlangsungan sebuah negara. Dalam buku berjudul Throes of Democracy yang ditulis oleh Walter A. Mcdougall terdapat sejarah pergolakan demokrasi yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1829 hingga 1877. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang diusung di zaman Tersebut. Ribuan tahun kemudian, pada abad ke-6 SM, bentuk pemerintahan yang relatif demokratis diperkenalkan di negara-negara bagian Athena oleh Cleisthenes pada 508 sebelum masehi. kondisi tersebut membuat Cleisthenes dikenal dengan panggilan bapak demokrasi  Athena. Saat itu, Athena menganut demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama, yakni  pemilihan warga secara acak untuk mengisi jabatan administratif dan yudisial di  pemerintahan, serta majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena. Kesemuanya saat itu memiliki hak berbicara dan memberi suara di majelis Athena. Meski dibuat oleh majelis, demokrasi Athena berjalan dengan kontrol langsung dari rakyat. Rakyat akan menyuarakan pendapatnya lewat majelis atau pengadilan untuk membantu kendali politik.


2. Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Montesquieu (Tokoh pelopor kedaulatan Rakyat/Demokrasi)
Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang Berbeda dan terpisah satu sama lainnya (Trias Politica), yaitu:
1). Legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang,
2). Eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, dan
3). Yudikatif, yang memegang kekuasaan untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Dan masing-masing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya.

John L Esposito


Pada Sistem Demokrasi semua orang berhak berpartisipasi, baik terlibat aktif  maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja  dalam lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.Demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakil-wakilnya atau pemerintahan. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak utama untuk mendukung sistem politik yang demokratis adalah melalui Pemilu. Pemilu diselenggarakan dengan tujuan untuk memilih wakil rakyat baik di tingkat pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka  mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan oleh pembukaan Undang￾Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilihan umum dilaksanakan oleh negara Indonesia dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus penerapan prinsip-prinsip atau nilainilai demokrasi, meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis. 

3. Ciri-Ciri Demokrasi

Memiliki Perwakilan Rakyat Indonesia memiliki lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah dipilih melalui pemilihan umum. Sehingga urusan negara, kekuasaan dan  kedaulatan rakyat kemudian diwakilkan melalui anggota DPR.

Keputusan Berlandaskan Aspirasi dan Kepentingan Warga Negara Seluruh Keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah berlandaskan kepada aspirasi  dan kepentingan warga negaranya, dan bukan semata-mata kepentingan pribadi atau kelompok belaka. Hal ini sekaligus mencegah praktek korupsi yang merajalela.

Menerapkan Ciri Konstitusional 

Hal ini berkaitan dengan kehendak, kepentingan atau kekuasaan rakyat. Dimana hal tersebut juga tercantum dalam penetapan hukum atau undang-undang. Hukum yang tercipta pun harus diterapkan dengan seadil-adilnya.

Menyelenggarakan Pemilihan Umum
Pesta rakyat harus digelar secara berkala hingga kemudian terpilih perwakilan atau pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan.

Terdapat Sistem Kepartaian
Partai adalah sarana atau media untuk melaksanakan sistem demokrasi. Dengan adanya partai, rakyat juga dapat dipilih sebagai wakil rakyat yang berfungsi menjadi penerus aspirasi. Tujuannya tentu saja agar pemerintah dapat mewujudkan keinginan rakyat.

Sekaligus wakil rakyat dapat mengontrol kerja pemerintahan. Jika terjadi penyimpangan, wakil rakyat kemudian dapat mengambil tindakan hukum.

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka baik secara langsung atau melalui perwakilan.

Demokrasi Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Hak untuk mengeluarkan pendapat harus dilakukan dengan mengindahkan norma sosial dan hukum yang berlaku.

Hak berpendapat selalu diiringi dengan kewajiban menghargai pendapat orang lain, karena pada dasarnya setiap kebebasan yang dimiliki selalu dibatasi oleh hak dan kebebasan orang lain

Terdapat aturan atau etika yang harus dipatuhi saat kita menjalankan hak berdemokrasi atau berpendapat baik secara virtual maupun di dunia nyata.


4. Tujuan Demokrasi

Kebebasan Berpendapat
Rakyat memiliki kebebasan untuk memberikan pendapat dan menyuarakan aspirasi dan ekspresi mereka. Penjaminan hak dasar ini dilakukan dengan terbuka sebagai cara mengungkap dan mengatasi adanya masalah sosial yang belum tterwujud.

Menciptakan keamanan dan Ketertiban
Demokrasi bertujuan menciptakan keamanan, ketertiban, dan ketentraman di lingkungan masyarakat. Demokrasi menjamin hak-hak setiap warga negara dan menegedepankan musyawarah untuk memecahkan solusi bersama agar terjalin keamanan bersama di lingkungan mmasyarakat.

Mendorong Masyarakat aktif dalam pemerintahan
Demokrasi yang mengedepankan kedaulatan rakyat, akan melibatkan rakyat dalam proses pemerintahan, mulai dari pemilihan umum secara langsung hingga memberi aspirasi terkait kebijakan publik. Rakyat berperan aktif dalam bidang politik untuk memajukan kinerja pemerintahan negara. Peran rakyat akan membuat setiap warga negara lebih bertanggung jawab dan menjaga keutuhan negara.

Membatasi kekuasaan pemerintah
Kekuasaan tertinggi dalam negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi ada di tangan rakyat. Artinya rakyat berhak memberi aspirasi dan kritik pada pemerintah. Sistem pemerintahan demokrasi juga bertujuan membatasi kekuasaan pemerintahan, agar tidak menimbulkan kekuasaan absolut atau diktator. Diharapkan akan menciptakan pemerintahan yang bertanggung jawab, dimana pemerintahan berfungsi sebagai wakil rakyat yang ditugasi untuk merangkum semua kebutuhan rakyat. Rakyat dapat manilai dan menuntut apabila ada ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan kebijakan yang dirumuskan. Rakyat dapat mengajukan tuntutan apabila pemerintah melakukan penyelewengan terhadap kebijakan yang telah dibuat.

Mencegah Perselisihan
Dalam suatu negara Demokrasi, setiap masalah atau konflik yang terjadi akan diselesaikan dengan musyawarah. Sehingga diharapkan mencegah adanya perselisihan antar kelompok dan dapat menyelesaikan segala masalah secara damai.

Demokrasi di sekolah 

Sekolah merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi di sekolah membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai pembelajaran di kelas pada mata pelajaran apapun. Kehidupan sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Dalam ini sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanaman-penanaman niliai demokrasi ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi, misalnya melalui pembelajaran di kelas. Untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi- organisasi. Organisasi ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggung jawab, serta menghargai sehingga diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa Yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai seorang siswa juga harus belajar berdemokrasi dengan membiasakan hidup secara demokratis. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah.


2. Daftar Isi -------oOo------- Ke Halaman 4

Daftar Isi

Hal. 2
DAFTAR ISI

- Materi Pesentasi P5