WORKSHOP PENILAIAN DAN ASESMEN KUMER
Pengantar
REFLEKSI DAN UMPAN BALIK
- Apakah siswa menemukan hal yang menarik dari tema suara demokrasi untuk pemilihan ketua OSIS ?
- Apakah produk yang dihasilkan sesuai dengan tujuan awal pembuatan?
- Apakah siswa berhasil menemukan apa yang ingin diketahui
- Setelah kegiatan ini adakah diantara kalian yang ingin menjadi seorang pemimpin ?
- Hal menarik apa yang diperoleh selama kegiatan?
- Setelah kegiatan ini, apa yang akan siswa lakukan?
- Kesulitan apa yang diperoleh selama prose pembelajaran?
- Bagaimana kesulitan tersebut dapat diatasi?
- Apa yang perlu ditingkatkan setelah proses pembelajaran ini selesai?
- Komitmen baik apa yang ingin dilakukan setelah dari proses pembelajaran ini?
SELEBRASI
LOMBA VIDEO
TEMA
Mencipta video pembelajaran kreatif dan menyenangkan tentang Suara Demokrasi
TUJUAN
PENGHARGAAN
Peserta yg dinyatakan juara 1, 2, 3 berhak mendapat piagam penghargaan
KETENTUAN PESERTA
Peserta didik kelas VII A – H 2022/2023
Peserta kelompok
Satu kelas terdiri 3 kelompok
Mengisi formular pendaftaran dan mengirim video lewat tautan ini
KETENTUAN KARYA
Berupa video kreatif Suara Demokrasi tentang Pemilihan OSIS 2022
Video Pemilihan OSIS 2022 berisi;
a. lomba pidato
b. lomba poster
c. pemungutan suara s.d pengumuman pemenang
- Orisinal (tidak membajak)
- Durasi video 5 menit
- Video diberi judul (mohon tidak menjadikan tema sebagai judul)
- Video tidak memiliki konten bersifat SARA
PENDAFTAR VIDEO DAN PENGIRIMAN VIDEO
- 2 November 2022
- Video disetor melalui tautan ini
PENJURIAN ADMINISTRASI DAN UPLOAD VIDEO
Video yg memenuhi syarat akan diupload oleh panitia pada tanggal …. melalui tuatan ini
3 November 2022
PENJURIAN ONLINE
September – September dengan melihat jumlah pilihan video dari setiap anak
Petunjuk untuk siswa dalam memilih video yaitu;
| No | Aspek Penilaian Kreativitas |
| 1 | Ketepatan durasi video |
| 2 | Menggunakan berbagai sudut gambar |
| 3 | Kejernihan video |
| 4 | Kelangsaman gerak video |
| 5 | Narasi yg efektif dan jelas |
2. Aspek penilaian kolaborasi dalam membuat video 4 November 2022
PENGUMUMAN PEMENANG
4 November 2022 melalui Tautan ini
| No | Aspek Penilaian Kolaborasi | Kurang 0 – 25 | Cukup 26 – 50 | Sedang 51 – 75 | Baik 76 – 100 |
| 1 | Keterlibatan anggota dalam berdiskusi | ||||
| 2 | Penggunaan lembar kertas dlm pembagian kerja | ||||
| 3 | Ketegasan pemimpin diskusi | ||||
| No | Aspek Penilaian Kreativitas | Kurang 0 – 25 | Cukup 26 – 50 | Sedang 51 – 75 | Baik 76 – 100 |
| 1 | Ketepatan durasi video | ||||
| 2 | Menggunakan berbagai sudut gambar | ||||
| 3 | Kejernihan video | ||||
| 4 | Kelangsaman gerak video | ||||
LOMBA PIDATO
Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam membuat kepanitian dan juri lomba.
Pelaksanaan :
Guru memantau kegiatan siswa.
LOMBA POSTER ANTAR KELAS
Tugas :
KRETERIA LOMBA POSTER ANTAR KELAS
| NO | INDIKATOR | KRITERIA | BOBOT PENILAIAN |
| 1 | Orisinalitas | 1. Ide yang bersifat asli | 20% |
| 2. Tidak plagiarisme | |||
| 3. Tidak pernah dipublikasikan | |||
| 2 | Kesesuaian Tema | 1. Ruang lingkup kampanye positif (preventif, promotif, kuratif, persuasif) | 30% |
| 2. Kedalaman Eksplorasi | |||
| 3. Faktual | |||
| 3 | Visualisasi | 1. Komposisi konten dan gambar (keterbacaan dan warna) | 30% |
| 2. Daya tarik (Penggunaan simbol atau gambar) | |||
| 3. Estetika | |||
| 4 | Manfaat | 1. Edukatif (Pengaruh positif) | 20% |
| 2. Memberikan Nilai (Bahasa dan kata yang bijak) | |||
Membuat Poster
Merancang diri untuk menjadi calon Ketua OSIS
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "CALON PENGURUS OSIS"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing
1. Menentukan visi dan misi
Referensi:
Referensi: -Kampanye Adalah Proses Komunikasi, Ini Ciri-ciri dan Jenisnya
- Product Oriented Campaigns Kampanye yang berorientasi pada produk. Umumnya terjadi di lingkungan bisnis dan berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan ke publik. Contohnya, kampanye Bank BTN Go Public.
- Candidate Oriented Campaigns Kampanye yang berorientasi pada kandidat. Umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik. Misalnya, kampanye pemilu, kampanye penggalangan dana bagi partai politik, dan sebagainya.
- Ideologically or Cause Oriented Campaigns Jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan sering kali berdimensi sosial atau social change campaigns (Kotler), yakni kampanye yang ditujukan untuk menangani masalah- masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait, seperti kampanye AIDS, dan sebagainya. Selain ketiga jenis kampanye tersebut adapula kampanye yang bertujuan untuk menyerang, yaitu: Kampanye negatif: Kampanye jenis ini digunakan untuk menyerang pihak lain melalui sejumlah data atau fakta yang bisa diverifikasi dan diperdebatkan. Kampanye hitam (black campaign): Bersumber pada rumor, gosip, bahkan menjurus ke implementasi sejumlah teknik propaganda. Kampanye hitam cenderung sulit diverifikasi ataupun diperdebatkan.
DOKUMEN TERKAIT OSIS
MEMBUAT NASKAH PIDATO
Organisasi Siswa Intra Sekolah
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "OSIS"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing
DOKUMEN TERKAIT OSIS
Memahami Kepemimpinan
1. Silahkan mengisi daftar hadir terlebih dahulu
2. Silahkan berkumpul/berkelompok sesui kelompok masing-masing yang telah dibentuk hari pertama
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "Kepemimpinan"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing
1. Pemimpin
Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata “pemimpin”?2. Kepemimpinan
Jadi seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan.
3. Pentingnya Kepempinan dalam Organisasi
Sumber belajar : https://pemimpin.id/apa-itu-pemimpin/
Pendahuluan dan MEMAHAMI DEMOKRASI
Sebelum melakukan aktifitas P5 silahkan mengisi daftar hadir Online terlebih dahulu
Pendahuluan :
P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka, yang dibentuk dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Tujuan P5 antara lain adalah untuk mengoptimalkan kemampuan siswa. P5 sendiri merupakan singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Selain itu, tujuan P5 untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Tema P5 fase D terdiri dari beberapa tema, antara lain: Suara Demokrasi, Bangunlah Jiwa Raganya, Kearifan Lokal, Gaya Hidup Berkelanjutan, Bhineka Tunggal Ika, Kewirausahaan, Rekayasa dan Tekhnologi.
YEL-YEL PROFIL PELAJAR PANCASILA (KALAU KAU SUKA HATI)
Kami Anak Pelajar Pancasila (Tepuk 3x)
Bercita memajukan Indonesia (Tepuk 3x)
Beriman dan Bertakwa Pada Tuhan Yang Esa (Tepuk 3x)
Dan Berakhlak Mulia Kepada Sesama (Tepuk 3x)
Kami Anak Pelajar Pancasila (Tepuk 3x)
Berkebhinekaan Global Selalu (Tepuk 3x)
Juga Bergotong Royong Slalu Bernalar Kritis (Tepuk 3x)
Tidak Lupa Mandiri dan Juga Kreatif (Tepuk 3x)
Materi Diskusi I:
1. Silahkan membentuk kelompok bebas, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa (Kelompok ini tetap sampai akhir tema P5 ini)
2. Berdasarkan kelompok, silahkan berdiskusi dengan topik pembahasan "Demokrasi"
3. Referensi / bahan (Materi) untuk diskusi dapat dibaca bawah ini
4. Pelaksanaan diskusi ikuti pembimbing
5. Hasil diskusi dikumpulkan / diserahkan ke Pembimbing
1. Sejarah Singkat Demokrasi di Dunia
Gagasan demokrasi sebagai sistem pemerintahan berasal dari kebudayaan Yunani. Dengan sistem tersebut rakyat akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang Berkaitan dengan keberlangsungan sebuah negara. Dalam buku berjudul Throes of Democracy yang ditulis oleh Walter A. Mcdougall terdapat sejarah pergolakan demokrasi yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1829 hingga 1877. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang diusung di zaman Tersebut. Ribuan tahun kemudian, pada abad ke-6 SM, bentuk pemerintahan yang relatif demokratis diperkenalkan di negara-negara bagian Athena oleh Cleisthenes pada 508 sebelum masehi. kondisi tersebut membuat Cleisthenes dikenal dengan panggilan bapak demokrasi Athena. Saat itu, Athena menganut demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama, yakni pemilihan warga secara acak untuk mengisi jabatan administratif dan yudisial di pemerintahan, serta majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena. Kesemuanya saat itu memiliki hak berbicara dan memberi suara di majelis Athena. Meski dibuat oleh majelis, demokrasi Athena berjalan dengan kontrol langsung dari rakyat. Rakyat akan menyuarakan pendapatnya lewat majelis atau pengadilan untuk membantu kendali politik.
2. Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli
Montesquieu (Tokoh pelopor kedaulatan Rakyat/Demokrasi)
Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau
institusi yang Berbeda dan terpisah satu sama lainnya (Trias Politica),
yaitu:
1). Legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat
undang-undang,
2). Eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam
melaksanakan undang-undang, dan
3). Yudikatif, yang memegang kekuasaan
untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Dan masing-masing institusi
tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi
lainnya.
John L Esposito
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak utama untuk mendukung sistem politik yang demokratis adalah melalui Pemilu. Pemilu diselenggarakan dengan tujuan untuk memilih wakil rakyat baik di tingkat pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan oleh pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilihan umum dilaksanakan oleh negara Indonesia dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus penerapan prinsip-prinsip atau nilainilai demokrasi, meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.
3. Ciri-Ciri Demokrasi
Memiliki Perwakilan Rakyat Indonesia memiliki lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah dipilih melalui pemilihan umum. Sehingga urusan negara, kekuasaan dan kedaulatan rakyat kemudian diwakilkan melalui anggota DPR.
Keputusan Berlandaskan Aspirasi dan Kepentingan Warga Negara Seluruh Keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah berlandaskan kepada aspirasi dan kepentingan warga negaranya, dan bukan semata-mata kepentingan pribadi atau kelompok belaka. Hal ini sekaligus mencegah praktek korupsi yang merajalela.
Menerapkan Ciri Konstitusional
Menyelenggarakan Pemilihan Umum
Pesta rakyat harus digelar secara berkala hingga kemudian terpilih perwakilan atau pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan.
Terdapat Sistem Kepartaian
Partai adalah sarana atau media untuk melaksanakan sistem demokrasi. Dengan adanya partai, rakyat juga dapat dipilih sebagai wakil rakyat yang berfungsi menjadi penerus aspirasi. Tujuannya tentu saja agar pemerintah dapat mewujudkan keinginan rakyat.
Sekaligus wakil rakyat dapat mengontrol kerja pemerintahan. Jika terjadi penyimpangan, wakil rakyat kemudian dapat mengambil tindakan hukum.
Demokrasi di sekolah
Sekolah merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi di sekolah membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai pembelajaran di kelas pada mata pelajaran apapun. Kehidupan sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Dalam ini sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanaman-penanaman niliai demokrasi ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi, misalnya melalui pembelajaran di kelas. Untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi- organisasi. Organisasi ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggung jawab, serta menghargai sehingga diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa Yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sebagai seorang siswa juga harus belajar berdemokrasi dengan membiasakan hidup secara demokratis. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah.
Daftar Isi
- Pengantar
- Daftar Isi
- Pertemuan Awal MEMAHAMI DEMOKRASI
- Memahami Kepemimpinan
- Organisasi Siswa Intra Sekolah
- Merancang diri untuk menjadi calon Ketua OSIS
- D.a. MEMBUAT NASKAH PIDATO
- D.b. Membuat Poster
- D.c. MERANCANG VIDEO KAMPANYE
- LOMBA POSTER ANTAR KELAS
- LOMBA PIDATO
- LOMBA VIDEO
- SELEBRASI
- REFLEKSI DAN UMPAN BALIK
